Local-first-control

  • Published on
    DEV-HTL-01 mendefinisikan implementasi final firmware Node berbasis ESP-family yang mampu beroperasi secara otonom dan dapat diakses langsung melalui smartphone (HTTP direct mode). Dokumen ini mengunci pemilihan hardware (MCU, sensor, actuator, power design), integrasi elektrikal, serta arsitektur software 3-layer OOP (app*, srv*, drv*, sys*). Node bertanggung jawab atas kontrol lokal, interlock safety, watchdog, brownout handling, dan manual override dengan TTL enforcement. Endpoint HTTP minimal disediakan untuk commissioning, diagnostics, dan maintenance tanpa ketergantungan gateway atau server. Dokumen ini memastikan bahwa kontrol kritikal tetap berada di Node, sesuai prinsip local-first pada HTL-00, serta menyediakan definisi selesai (Definition of Done) dan hook pengujian HTL-09 untuk validasi produksi.
  • Published on
    Dokumen ini adalah entry-point resmi untuk seluruh framework engineering HortiLink (HTL-00 s/d HTL-09) beserta dokumen eksekusi DEV-HTL-01 s/d DEV-HTL-04. Ia mendefinisikan struktur dokumentasi formal, tata kelola revisi, otoritas perubahan, serta menerjemahkan arsitektur sistem menjadi panduan implementasi riil dari Node hingga Cloud. README ini memastikan setiap engineer memahami boundary sistem, kontrak lintas tim, hierarki kontrol, model degradasi, keamanan, serta bagaimana spesifikasi formal diturunkan menjadi firmware, bridge, backend, dan cloud sync yang siap produksi.
  • Published on
    HortiLink adalah sistem kontrol pertanian terdistribusi berbasis site otonom dengan arsitektur local-first. Setiap site memiliki Node (ESP sensor/actuator), relay-aware intra-site network, Gateway ESP, dan Server Raspberry Pi sebagai supervisory layer lokal. Kontrol kritikal berada di Node dan tetap berjalan walaupun gateway atau server gagal. Server menyediakan MQTT broker, database, dashboard, dan OTA repository tanpa ketergantungan internet. Dokumen ini mengunci boundary sistem, hierarchy kontrol, topologi komunikasi, asumsi kapasitas (10–15 node/site), serta model degradasi sistem sebagai dasar seluruh spesifikasi teknis berikutnya.