- Published on
Bagian ini mengubah cara melihat pupuk dari sekadar input budidaya menjadi keputusan usaha tani. Pemupukan harus diuji dengan angka - pendapatan, biaya produksi, laba kotor, R/C ratio, dan tambahan laba dari tambahan input. Hasil tinggi belum tentu menguntungkan bila biaya membengkak, mutu turun, atau harga pasar tidak mendukung. Karena itu, semua input harus dihitung, termasuk pupuk utama, bahan organik, input biologis, tenaga kerja, bahan fermentasi, dan batch yang gagal. Bagian ini membantu petani membaca apakah pupuk benar-benar menjadi laba, kapan tambahan input layak dipakai, dan kapan harus ditahan agar usaha tetap aman.