- Published on
Artikel ini menjelaskan makna **taubatan nasuha** melalui pendekatan Al-Qur’an, analisis bahasa Arab, dan penjelasan para ulama. Taubat secara bahasa berarti kembali kepada Allah setelah menjauh karena dosa, sementara kata *nasuha* menunjukkan keikhlasan dan kemurnian taubat tersebut. Para ulama seperti Ibn Kathir, Al-Qurtubi, Ibn al-Qayyim, dan An-Nawawi menjelaskan bahwa taubat nasuha mencakup penyesalan yang tulus, meninggalkan dosa, bertekad tidak mengulanginya, memperbaiki kesalahan, serta mengembalikan hak manusia jika terkait. Dengan demikian, taubat nasuha bukan sekadar ucapan memohon ampun, tetapi sebuah proses transformasi spiritual yang memperbaiki hubungan manusia dengan Allah dan sesama manusia serta mengarahkan hidup menuju ketaatan.