- Published on
Episode penutup ini menegaskan bahwa kemenangan dalam fastabiqul khairat tidak diukur dari banyaknya amal, tetapi dari kualitasnya. QS. Al-Mulk:2 dan QS. Al-Kahfi:7 menekankan bahwa manusia diuji untuk melihat siapa yang paling baik amalnya (ahsanu ‘amala). Al-Fudhail bin Iyadh menjelaskan bahwa amal terbaik adalah yang paling ikhlas dan paling benar (sesuai sunnah). Artikel ini mengajak pembaca untuk mengevaluasi diri - apakah amal kita benar-benar bernilai di sisi Allah atau sekadar terlihat baik di mata manusia. Kemenangan sejati adalah ketika amal diterima, bukan sekadar dilakukan.