- Published on
Uji fitotoksik adalah filter keamanan awal sebelum MOL, POC, JAKABA, dan produk mikroba diaplikasikan ke tanaman. Uji ini penting karena aroma tidak busuk belum tentu menunjukkan produk aman. Metode Germination Index menilai persentase benih berkecambah dan panjang akar dibanding kontrol. Produk dengan GI > 80% relatif aman untuk uji lanjut, GI 60–80% harus dibatasi, sedangkan GI < 60% ditolak. Produk yang lolos tetap perlu diuji pada bibit tanaman target sebelum aplikasi terbatas. Untuk aplikasi luas, uji fitotoksik harus dilengkapi pH, EC, uji cemaran, kandungan hara, dan konsistensi antarbatch.