Nextjs

  • Published on
    Panduan ini merinci pendekatan Component-Driven Development (CDD) menggunakan Next.js App Router, TypeScript, dan Tailwind CSS dalam struktur proyek yang moderat namun scalable. Setiap folder seperti components, views, hooks, services, dan types memiliki peran jelas untuk memisahkan UI, logika bisnis, dan akses data. Dengan contoh fitur Checkout, semua bagian saling terhubung dan mudah ditelusuri. Struktur ini cocok untuk tim kecil hingga menengah, menjaga kode tetap bersih, reusable, dan maintainable tanpa over-engineering, serta siap dikembangkan seiring pertumbuhan aplikasi.
  • Published on
    Artikel ini membahas pemilihan platform hosting dan stack teknologi untuk membangun aplikasi full-stack web yang terintegrasi dengan IoT. Dimulai dari konsep fundamental full-stack (frontend, backend, dan database), artikel mengulas keterbatasan hosting statis seperti GitHub Pages serta keunggulan platform modern seperti Vercel dan Netlify. Fokus utama diberikan pada kebutuhan backend dan database, dengan penekanan pada PostgreSQL (RDBMS) melalui layanan seperti Supabase. Dibahas pula perbandingan PostgreSQL vs SQLite, serta studi kasus dashboard IoT berbasis ESP32 dan MQTT. Artikel ini membantu pembaca menentukan hosting dan stack yang tepat berdasarkan kebutuhan teknis, skalabilitas, dan ketersediaan free tier.
  • Published on
    Memilih hosting dan server yang tepat untuk aplikasi Next.js sangat bergantung pada metode rendering yang digunakan (SSG, SSR, ISR) serta kebutuhan terhadap custom server seperti Express.js. Artikel ini membahas secara mendalam jenis-jenis hosting — dari Vercel, Netlify, hingga Railway dan VPS — serta kapan perlu beralih dari serverless ke solusi yang lebih fleksibel. Selain Express, berbagai framework modern seperti Fastify, Koa, dan NestJS juga dibahas sebagai alternatif. Panduan ini membantu developer menentukan arsitektur terbaik untuk performa, skalabilitas, dan kemudahan deployment aplikasi Next.js.