- Published on
Pembuatan bibit jamur tiram sendiri penting untuk menjaga kualitas, kemandirian, dan stabilitas produksi baglog. Proses dimulai dari F0 sebagai kultur murni pada PDA, dilanjutkan F1 bibit induk dari biji steril, F2 sebagai bibit sebar, lalu F3 sebagai bibit produksi untuk inokulasi baglog. Keberhasilan ditentukan sterilitas ruang kerja, media bernutrisi, kadar air tepat, sterilisasi tekanan, transfer higienis, dan pencatatan batch. Nutrisi utama berasal dari PDA serta biji-bijian seperti sorgum, jagung, millet, atau gabah, ditambah gipsum dan dolomit. Bibit baik harus putih merata, tidak bau, tidak berlendir, bebas kontaminasi, segar, dan jelas asalnya. Uji kecil sebelum produksi besar sangat dianjurkan bagi praktisi.