- Published on
Artikel ini membahas hubungan antara syaitan dan hawa nafsu dalam mendorong manusia kepada dosa. Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ, syaitan digambarkan sebagai pengajak eksternal yang membisikkan dan menghias keburukan, sedangkan nafsu merupakan dorongan internal dalam diri manusia yang cenderung kepada kejahatan. Pembahasan ini menunjukkan bahwa keduanya sering bekerja bersama - nafsu memiliki keinginan, syaitan memperindahnya, dan hati manusia menjadi tempat keputusan. Dengan memahami hubungan ini, pembaca diharapkan tidak menyederhanakan sumber dosa, tetapi menyadari pentingnya menjaga hati, melawan bisikan syaitan dengan dzikir, serta mendidik nafsu melalui mujahadah dan taubat.