- Published on
Artikel ini membandingkan budidaya nila dan lele pada kolam statis, bioflok, dan RAS berbasis Rp/m² footprint/tahun. Kolam statis unggul dalam kesederhanaan dan modal rendah, tetapi produktivitas lahan serta margin terbatas. Bioflok menjadi opsi paling seimbang karena meningkatkan kepadatan, efisiensi pakan, dan margin, terutama pada nila yang lebih mampu memanfaatkan flok. Lele unggul pada siklus cepat dan volume, namun sensitif terhadap FCR, benih, harga jual, grading, dan listrik. RAS memberi kontrol serta produksi tertinggi, tetapi CAPEX dan energi berat. Keputusan akhir wajib divalidasi dengan harga farmgate, pilot, FCR, SR, dan pasar lokal sebelum investasi komersial bertahap agar risiko dapat dikendalikan baik.