Pengendalian-opt

  • Published on
    Agen hayati merupakan fondasi penting dalam budidaya cabai berbasis PHT karena membantu menekan OPT sejak awal, menjaga kesehatan akar, mendukung musuh alami, dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Setiap agen memiliki sasaran berbeda: Trichoderma, Bacillus, dan Pseudomonas untuk tanah/akar; Beauveria dan Lecanicillium untuk hama pengisap; Bt dan NPV untuk ulat; predator serta parasitoid untuk keseimbangan ekosistem. Keberhasilan ditentukan oleh diagnosis OPT, aplikasi tepat waktu, dosis sesuai label, sanitasi, monitoring, pemupukan seimbang, penyimpanan benar, dan penggunaan pestisida selektif hanya saat darurat agar kebun cabai tetap produktif, stabil, dan berkelanjutan.
  • Published on
    Pedoman ini membahas dua OPT utama cabai, kutu kebul dan thrips, yang merusak tanaman sekaligus berperan sebagai vektor virus. Kutu kebul dikenali dari serangga putih di bawah daun, embun madu, jelaga hitam, dan gejala virus kuning. Thrips dikenali dari silvering, titik fekal hitam, keriting pucuk, kerusakan bunga, dan scarring buah. Pengendalian harus terpadu - sanitasi lahan, bibit sehat, mulsa reflektif, border jagung, monitoring rutin, perangkap kuning, konservasi musuh alami, pencabutan tanaman bergejala virus, serta penggunaan insektisida terdaftar dengan rotasi mode aksi. Kunci keberhasilan ialah identifikasi tepat, sasaran semprot benar, dan tindakan dini sebelum populasi meledak serta menekan risiko resistensi lapang berat.