- Published on
Pemupukan cabai yang baik tidak dimulai dari banyaknya pupuk, tetapi dari kesehatan akar, air, pH, bahan organik, dan fase tanaman. Cabai besar perlu diarahkan pada ukuran, keseragaman, dan mutu buah, sedangkan cabai rawit membutuhkan kontinuitas panen dan pemulihan tanaman setelah petik. Pupuk kimia menjadi sumber hara terukur; PGPM, MOL, dan JAKABA berperan sebagai pendukung rizosfer dan biostimulan yang harus diuji. Dalam sistem low-lab, petani menggunakan pH sederhana, catatan aplikasi, monitoring mingguan, dan petak pembanding. Tujuannya adalah menghindari under-fertilizing yang menurunkan potensi hasil dan over-fertilizing yang merusak akar, biaya, serta umur panen agar produksi tetap stabil dan lahan tetap produktif berkelanjutan.