Kebun-campuran

  • Published on
    Talas dapat menjadi komoditas menengah yang layak untuk kebun gumuk, terutama pada area semi-naungan di bawah kelapa atau pinggir tajuk durian. Dari beberapa pilihan, Talas Beneng paling cocok sebagai talas utama karena adaptif pada kebun campuran, toleran naungan, dan memiliki umur panen sekitar 8–12 bulan. Talas ketan Bogor layak sebagai plot uji pasar karena unggul pada kualitas makan dan potensi harga, tetapi lebih tepat ditanam terbatas dulu. Budidaya talas menuntut benih sehat, drainase baik, kompos matang, jarak tanam cukup, pengendalian gulma, monitoring OPT mingguan, dan panen hati-hati agar kontur gumuk tidak rusak. Secara ekonomi, talas layak bila ditempatkan pada zona yang tepat dan pasarnya jelas.
  • Published on
    Pedoman ini menempatkan lalat buah sebagai masalah sistem kebun, bukan sekadar hama buah yang beterbangan. Inti pengendalian ada pada pemutusan siklus - sanitasi buah gugur, penekanan betina dengan protein bait, penangkapan jantan dengan methyl eugenol, pembungkusan buah prioritas, pengolahan tanah bawah tajuk, dan koordinasi kawasan. Monitoring harus membaca trap, FTD, gejala sengatan, buah gugur, dan hotspot secara bersamaan. Saat populasi naik, tindakan harus cepat dalam 24–72 jam, dimulai dari pemutusan sumber dan perlindungan blok sehat. Bila rescue gagal, panen paksa, pengosongan blok, dan sanitasi total sering lebih murah daripada membiarkan generasi baru terus terbentuk di kebun campuran sepanjang musim produksi buah. ([International Atomic Energy Agency][1])
  • Published on
    Pedoman ini menempatkan lalat buah sebagai masalah sistem kebun, bukan sekadar hama buah yang beterbangan. Inti pengendalian ada pada pemutusan siklus - sanitasi buah gugur, penekanan betina dengan protein bait, penangkapan jantan dengan methyl eugenol, pembungkusan buah prioritas, pengolahan tanah bawah tajuk, dan koordinasi kawasan. Monitoring harus membaca trap, FTD, gejala sengatan, buah gugur, dan hotspot secara bersamaan. Saat populasi naik, tindakan harus cepat dalam 24–72 jam, dimulai dari pemutusan sumber dan perlindungan blok sehat. Bila rescue gagal, panen paksa, pengosongan blok, dan sanitasi total sering lebih murah daripada membiarkan generasi baru terus terbentuk di kebun campuran sepanjang musim produksi buah. ([International Atomic Energy Agency][1])