Dakwah-online

  • Published on
    Di era digital, setiap postingan bisa menjadi amal jariyah atau dosa jariyah. Artikel ini membahas bagaimana jejak perbuatan—termasuk di media sosial—tak hanya berdampak di dunia, tetapi juga dicatat oleh langit. Hadis dan ayat Al-Qur’an menunjukkan bahwa kebaikan yang dicontohkan akan terus mengalirkan pahala, dan keburukan yang diwariskan akan menumpuk dosa, bahkan setelah seseorang meninggal. Dari Qabil yang pertama kali membunuh hingga pengguna medsos hari ini—setiap tindakan punya konsekuensi abadi. Waspadalah, karena satu konten bisa menjadi ladang pahala atau penyesalan selamanya.