- Published on
Artikel ini mengkaji QS. An-Nisa:114 yang menegaskan bahwa sebagian besar percakapan manusia tidak bernilai kecuali yang mendorong sedekah, ma‘ruf, dan ishlah. Dengan pendekatan tafsir tematik berbasis Al-Qur’an, hadis shahih, serta pandangan ulama klasik dan kontemporer, dijelaskan bahwa lisan memiliki potensi besar sebagai sarana ibadah dan transformasi sosial. Sedekah memperbaiki aspek ekonomi, ma‘ruf membentuk moral, dan ishlah menjaga keharmonisan sosial. Namun, semua amal tersebut bergantung pada keikhlasan. Di era digital, ayat ini menjadi panduan penting untuk mengubah komunikasi dari sekadar interaksi menjadi jalan meraih ajrā ‘aẓīmā.