Technical-debt

  • Published on
    Artikel ini membedah kenapa firmware ESP32 berbasis Arduino yang awalnya sederhana sering berubah menjadi spaghetti setelah 6 bulan deployment. Masalah bukan pada bahasa C atau library, melainkan pada pertumbuhan fitur tanpa boundary arsitektur. Global mutable tanpa owner, callback komunikasi yang langsung mengontrol hardware, ISR yang memanggil logic berat, serta reconnect logic tersebar menjadi sumber coupling tak terlihat. Dampaknya bukan hanya kompleksitas kode, tetapi juga fragmentasi heap, jitter control, relay chatter, hingga kegagalan OTA. Artikel ini mengunci diagnosis bahwa firmware adalah sistem multi-domain internal yang membutuhkan struktur sadar sebelum kompleksitas meningkat secara eksponensial.