Firmware-reliability

  • Published on
    Firmware yang berjalan dengan benar di meja uji belum tentu andal di lapangan. Reliability bukan hanya tentang tidak crash, tetapi tentang bagaimana sistem merespons error, bagaimana state dipertahankan saat gangguan terjadi, serta bagaimana kegagalan dapat diamati dan dianalisis. Artikel ini menyatukan seluruh mental model Foundation—execution, memory, OOP, layering, dan communication—ke dalam perspektif reliability sistem. Kita membahas fail-safe thinking, observability, error visibility, serta batas antara pemahaman konseptual dan disiplin produksi. Artikel ini menjadi transisi resmi menuju seri Production yang mengunci aturan dan boundary secara eksplisit.
  • Published on
    Artikel ini mengunci batas concurrency dalam firmware ESP32 berbasis Arduino yang berjalan di atas FreeRTOS internal. Setelah layering dan memory discipline dikendalikan, risiko berikutnya adalah eksekusi paralel tanpa boundary yang jelas. ISR, WiFi stack, MQTT callback, dan control loop berjalan dalam konteks berbeda yang dapat memicu race condition dan jitter. Artikel ini menetapkan aturan - task-per-domain, ISR hanya sebagai notifier, komunikasi antar task menggunakan queue fixed-size, serta larangan blocking di ControlTask. Dengan batas eksekusi eksplisit dan alur satu arah, firmware tetap deterministik meskipun berjalan pada sistem multitasking.