- Published on
Artikel ini menjelaskan cara menjadikan lahan petani sebagai tempat belajar melalui petak pembanding, skor tanaman, catatan usaha tani, dan evaluasi akhir musim. Pendekatan low-lab tidak berhenti pada dosis acuan, tetapi harus terus diperbaiki berdasarkan respons tanaman, biaya, hasil, mutu, risiko, dan harga. Pembaca diajak membuat petak pembanding sederhana untuk tanaman semusim dan tahunan, mencatat pupuk, biaya, hasil panen, serta membandingkan perlakuan berdasarkan laba. Tujuannya adalah membantu petani menemukan pola pemupukan yang cocok untuk lahannya sendiri, bukan hanya mengikuti kebiasaan, rekomendasi umum, atau penampilan tanaman yang tampak hijau.