- Published on
Artikel ini menjelaskan model low-lab sebagai cara praktis mengambil keputusan pemupukan tanpa bergantung penuh pada laboratorium. Low-lab bukan berarti menebak, tetapi memakai data sederhana, observasi tanaman, dosis acuan, koreksi bertahap, dan evaluasi berulang. Artikel ini membahas cara memulai pemupukan dari data minimum yang bisa dikumpulkan petani, seperti luas lahan, komoditas, fase tanaman, riwayat hasil, kondisi tanaman, air, biaya, dan panen. Pembaca juga dikenalkan pada tiga sumber keputusan - dosis acuan, kondisi lapangan, dan respons tanaman. Tujuannya adalah membuat pemupukan lebih adaptif, lebih ekonomis, dan makin tepat dari musim ke musim.